Prospek Kerja Psikologi Di Masa Depan Tergantung Lulusan

Apakah prospek kerja psikologi di masa depan tergantung lulusan? Jumlah lulusan psikologi tentu saja mempengaruhi prospek kerja psikologi di masa depan. Mangapa demikian? Seperti teori kebutuhan, semakin langka barang maka harganya akan sangat mahal, namun ketika banyak barang maka harganya akan sangat murah. Sama seperti prospek kerja psikologi, semakin banyak jumlah lulusan, maka prospek kerja semakin kecil dan sebaliknya. Saat ini banyak universitas yang didirikan di Indonesia baik yang negeri maupun swasta. Dalam satu kota saja anda bisa menemukan lebih dari 2 universitas. Bayangkan jika setiap universitas membuka jurusan psikologi, berapa banyak lulusan psikologi yang dihasilkan setiap tahunnya? Jumlah lulusan psikologi memang tidak sebanyak lulusan dari jurusan lainnya, namun di masa depan kita tidak akan tahu seperti apa nasib lulusan psikologi, kecuali jika diprediksikan mulai sekarang.

Perkembangan industri di Indonesia akan berpengaruh pada peluang pekerjaan bagi lulusan psikologi. Semakin banyak industri baru yang berdiri di Indonesia maka semakin banyak kebutuhan akan lulusan psikologi. Sebenarnya anda tidak harus selalu berkutat pada perusahaan, lulusan psikologi di masa depan bisa menjadi apa saja dan siapa saja. Peluang bisnis tidak hanya diperuntukkan bagi mereka yang memiliki basic enterpreuner, jika memiliki niat dan usaha keras maka lulusan psikologi pun bisa menjadi pengusaha yang berhasil. Peluang kerja yang didapatkan tidak harus sesuai dengan bidang minat yang telah dipelajari bukan? Lulusan psikologi juga bisa membuka praktik konsultasi kejiwaan sendiri jika telah mendapatkan sertifikasi dari pihak yang berwenanang.


Di kota-kota besar seperti Surabaya dan Jakarta, anda bisa mendapati keruwetan kehidupan ibukota. Segala permasalahan hidup, persaingan terus menerus berulang dengan pola yang sama menyebabkan banyak orang mengalami depresi. tidak heran jika di Jakarta atau Surabaya ada tempat penampungan bagi orang-orang yang terkena depresi, bukan rumah sakit jiwa namun tempat lain yang lebih khusus. Disinilah peran psikologi sangat dibutuhkan, memulihkan daya ingat dan semangat hidup pasien adalah tantangan bagi psikolog.